Header Ads

2 Film Indonesia Yang Mendidik, Anda Harus Nonton !


Sudah sejak lama kita semua dibuat prihatin dengan banyaknya tontonan televisi tanah air yang kurang mendidik. Coba deh simak layar televisi Anda. Kebanyakan dari acara yang diputar selalu berkutat pada acara gosip, dan sekalinya ada acara televisi tentang kehidupan sekolah pasti memiliki alur cerita yang overall sama seperti remaja-remaja borjuis yang saling mengintimidasi untuk mendapatkan cinta dari lawan jenis. Gak bisa disebut tontonan mendidik, kan? Untungnya, di lain pihak industri film layar lebar Indonesia justru bersemi dengan banyak sekali film-film dengan pesan yang sangat dalam dan mendidik. Dan walaupun ada banyak film Indonesia yang mendidik terbaru, ternyata ada banyak juga film Indonesia yang tetap mendapatkan tempat istimewa di hati orang-orang dari berbagai generasi. Yuk, simak film-film Indonesia apa sajakah itu.

•    Di Timur Matahari (2012)

Jika di tahun 2008, kita diajak untuk mengikuti mimpi anak-anak di daerah Belitung, di tahun 2012 sutradara Ari Sihasale mengajak kita ke daerah pedalaman Papua dimana anak-anak yang bersekolah di sana menantikan dengan penuh harap akan kedatangan seorang guru.

Film ini mengisahkan tentang 5 sekawan, yaitu Mazmur, Thomas, Yokim, Agnes, dan Suryani. Kelima anak ini sangatlah merindukan kehadiran seorang guru pengganti untuk mendidik mereka, dan mereka tidak pernah lelah dalam menanti sosok kedatangan guru tersebut, yang sayangnya tidak kunjung datang. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka, karena sembari menunggu kedatangan guru, mereka berlima tetap belajar dengan alam, lingkungan sekitar, serta orang-orang terdekatnya sebagai guru mereka.

Film ini bisa dibilang merupakan gambaran yang sempurna dan ironis mengenai perkembangan pendidikan di Papua yang masih sangat terbelakang. Kurangnya guru hingga minimnya fasilitas di daerah pelosok Papua menandakan bahwa sistem pendidikan Indonesia masih sangat tidak merata.

Kurangnya pendidikan tersebut pun digambarkan melalui mudahnya terjadi pertikaian antar kampung di dalam film ini, dimana pemicunya adalah kematian dari Ayah Mazmur yang terbunuh di tangan Joseph, ayah dari Agnes. Film ini wajib ditonton bersama dengan anak-anak sekaligus untuk mengingatkan anak-anak Anda betapa beruntungnya mereka karena terlahir di kota dengan fasilitas pendidikan yang memadai.

•    ? (2011)

Apakah film mendidik harus melulu tentang anak-anak kecil yang mengejar mimpi? Well, not really. Tidak jarang film dengan nilai sarat edukasi tersebut pun ditujukan untuk masyarakat Indonesia in general. Nah, salah satu permasalahan yang hingga saat ini masih mencengkeram negara kita adalah masalah tentang menghargai dan mencintai perbedaan (aka pluralitas). Isu yang ibaratnya seperti bom waktu satu inilah yang diangkat oleh Hanung Bramantyo yang mengemasnya secara apik dalam judul “?” atau “Tanda Tanya”.

Film ini berkisah tentang 3 keluarga dengan latar belakang agama dan suku yang berbeda, yaitu penganut agama Buddha berketurunan Cina yaitu Tan Kat Sun dan Hendra, pasangan muslim Soleh dan Menuk, serta seorang wanita muslim yang baru pindah ke agama Kristen bernama Rika dengan anak laki-lakinya yang beragama Islam, yaitu Abi. Secara garis besar, Hanung Bramantyo menyampaikan 3 hal sensitif seputar kehidupan umat beragama, seperti toleransi seperti yang digambarkan di dalam tokoh Tan Kat Sun yang tidak hanya memisahkan peralatan untuk memasak masakan babi dan non babi untuk menjaga kehalalan makanan yang dipesan oleh pelanggan-pelanggannya yang beragama muslim, ia juga memberikan waktu yang cukup bagi pegawai yang beragama muslim untuk beribadah, sekaligus memberikan liburan Idul Fitri.

Isu kedua adalah tentang bagaimana umat Islam di Indonesia, selaku umat beragama mayoritas di Indonesia menanggapi perbedaan keyakinan. Hal tersebut digambarkan dari perlakuan pengasingan dan cercaan yang dialami oleh Rika dan Abi, hanya karena Rika memutuskan untuk berpindah agama dari agama Islam ke agama Katolik.

Namun di saat yang sama, pribadi seorang muslim yang cinta damai dan mencintai saudara sebangsanya digambarkan oleh Soleh yang rela mengorbankan nyawanya saat mengamankan bom yang tertanam di dalam sebuah gereja Kristen dengan membawanya keluar, jauh dari para jamaah gereja. Dan jika Anda merasa bahwa kisah pengorbanan Soleh ini terasa familiar, kemungkinan besar Hanung terinspirasi oleh keberanian dari mendiang Riyanto, seorang anggota Banser yang dengan gagah berani mengorbankan diri untuk mencegah bom mencelakai jemaat gereja Eben Haezer di Mojokerto, tepat saat perayaan Christmas Eve tahun 2000 silam.

And as you might have expected, film ini kemudian menuai reaksi positif dan negatif dari kalangan masyarakat Indonesia. Kecaman keras disampaikan oleh 2 ormas Islam yaitu FPI (Front Pembela Islam) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Banser. Sayangnya, akibat tekanan dari pihak-pihak yang sedemikian keras, Hanung terpaksa menghilangkan beberapa adegan yang dinilai sensitif.
Yuk, tonton film-film dengan nilai edukasi ini untuk menemani akhir pekan Anda. 

Source: 
http://www.hipwee.com/hiburan/10-film-indonesia-yang-menunjukkan-timpangnya-pendidikan-kita-dijamin-membuka-mata/
https://en.wikipedia.org/wiki/%3F_(film)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.